Komparasi Premium, Pertalite dan Pertamax

Barusan Saya membaca Koran OtoTrend edisi 740 dan ternyata ada informasi menarik yang dapat Saya tulis di sini. Ototrend telah mengadakan test individual terhadap 3 jenis BBM keluaran pertamina, yaitu= Premium, Pertalite dan Pertamax.

bensin pertamina premium-pertamax-pertalitePengetesan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU150 yang tentunya memiliki perbandingan kompresi 1:10,2. Dari beberapa data yang Saya peroleh kompresi mempunyai karakteristik di dalam pemilihan jenis BBM. Berikut ini adalah datanya=

  • Octane 088 = rasio kompresi 7 s/d 9 : 1
  • Octane 092 = rasio kompresi 9 s/d 10 : 1
  • Octane 095 = rasio kompresi 10 s/d 11 : 1
  • Octane 102 = rasio kompresi 13,1 : 1
  • Octane 107 = rasio kompresi 14,1 : 1

satria fu150 dynotest bbm pertaminaBerdasarkan data tersebut maka seharusnya Suzuki Satria FU150 menggunakan BBM dengan nilai oktan 95 (Pertamax Plus) atau bisa juga menggunakan oktan 92 (Pertamax) karena nilai kompresi mesinnya hanya terpaut 0,1 saja.

penyebab-suara-knocking

Bensin oktan rendah memiliki sifat yang lebih mudah untuk terbakar, dan mesin dengan kompresi tinggi membuat bensin lebih mudah terbakar dikarenakan tekanan dan suhu yang tinggi.

Terbakarnya BBM sebelum adanya percikan bunga api dari busi membuat piston mengalami tekanan yang kuat akibat dari ledakan dini tersebut, dan gejala ini sering disebut dengan knocking atau istilah yang lebih awamnya adalah ngelitik.

Jika Anda membiarkan kondisi ini dalam jangka waktu yang panjang maka mesin Anda akan mengalami kerusakan yang parah, yang sering terjadi adalah lobangnya kepala piston dan patangnya stang piston. Tentunya penggantian spare part dan biaya perbaikannya tidak sedikit lho…..

Uji Coba Dynotest Bensin Premium RON 88

Premium

RPM

HP

Nm

7500 12,4 11,73
8024 13,6 12,05
8500 14,2 11,85
9000 14,4 11,32
9157 14,5 11,17
9500 14,3 10,64

Uji Coba Dynotest Bensin Pertalite RON 90

Pertalite

RPM

HP

Nm

7500 12,0 11,73
8284 13,7 11,7
8500 14,1 11,75
9000 14,5 11,38
9313 14,6 11,12
9500 14,4 10,72

Uji Coba Dynotest Bensin Pertamax RON 92

Pertamax
RPM HP Nm
7500 12,2 11,58
8137 13,6 11,91
8500 14,1 11,78
9000 14,5 11,43
9258 14,7 11,24
9500 14,6 10,84

Kesimpulan Perbandingan Premium, Pertalite dan Pertamax

Dari hasil dynotest menggunakan Suzuki Satria FU150 dengan kompresi 10,2:1 Pertamax mendapatkan hasil tertinggi di RPM 9258 dengan hasil 14,7 HP dan RPM 9500 dengan hasil 14,6 HP. Hal ini menunjukkan bahwa di putaran atas penggunaan BBM jenis pertamax mendapatkan hasil yang paling maksimal dibandingkan dengan yang lainnya.

Akan tetapi RPM lebih rendah Premium justru memiliki hasil yang cukup mencengangkan yakni 12,4 HP melebihi dari Pertalite serta Pertamax.

Kandungan dari octane booster yang dicampurkan di premium dapat membuat BBM ini lebih unggul di putaran rendah, Premium di Indonesia semenjak tahun 1998 berdasarkan UU No. 23/1997 tidak menggunakan aditif timbal lagi agar tidak merusak lingkungan. (Di Ototrend masih disebut mengandung timbal)

Jika Anda hubungkan dengan kebiasaan mengemudi sepeda motor maka penggunaan Premium cocok untuk motor dengan kebiasaan mengemudi RPM rendah dengan jalan yang tidak memiliki banyak tanjakan.

BBM Pertamina PertalitePertamax dan Pertalite sangat cocok digunakan di RPM yang agak tinggi terutama di pendakian, hasil pemakaian BBM ini di rasakan lebih responsif dari pada menggunakan Premium. Tentu saja daerah pegunungan lebih efisien jika menggunakan Pertamax atau Pertalite.

Selain dari pada itu Premium tidak memiliki active detergent yang berguna untuk membersihkan sisa pembakaran di ruang bakar kendaraan Anda, sehingga jika digunakan secara terus menerus maka timbunan kerak dapat menurunkan performa sepeda motor Anda.

Pertalite dan Pertamax sudah dilengkapi dengan detergent pembersih ini sehingga usia mesin Anda menjadi lebih lama serta endapan karbon akan hilang. Kebetulan di blog sebelah pernah membahasnya dan gambarnya Saya ambil sebagai referensi Anda. (Asal gambar tercantum)

perbandingan-premium-pertamax-shell

Sekian dulu artikel saya kali ini, terima kasih sebelumnya untuk Share dan Komentarnya.